Menjelang Tidur

Kadang aku suka kepikiran bagaimana jika nanti jodohku adalah seorang penulis dan khatam buku buku cinta? 
Dan terkadang aku juga suka kepikiran, bagaimana jika jodohku nanti adalah seseorang yg rumit, suka mengambar alis, sedang hidup tak memberiku nasib yg baik untuk menawarinya sebuah lipstik. Atau barangkali jodohku adalah seseorang yg lagi bercumbu dengan kekasihnya kala pertemuan tiba?
Tapi siapa yg tahu nasibku, setidaknya yg aku nikahi nanti adalah bagian dari takdirku. 
Tapi dia harus mencintai buku, ketimbang harus mencintaiku sebab hidupnya lebih terjamin daripada harus mencintaiku.
Ah mana tau dengan mencintaiku nasib dan takdir menjadi satu yang padu.

Komentar